Percayakah kalau rutinitas bisa mematikan otak? saya juga tidak tau menau soal itu. tapi rasanya kita memang hidup dengan seabreg rutinitas mulai dari bangunj pagi sampai dengan tidur lagi, di tenngah-tengahnya terdapat berjubel rutinitas. rutinitas, oh rutinitas. apakah kau membuat otak kita menjadi "mati"?
Yang jelas Lawrence C Katz mengatakan kalau routines can be brain-deadening. Bisa kita fikirkan kalau otak kita mati maka otak tidak akan memunculkan daya kreativitasnya. Padahal menurut Pak Hengkim Setiawan, Founder of Creatinx (Creative Thinking Xtre), pada era saat ini kreativitas adalah kunci berkompetisi karena yang lain seperti Bahasa Inggris, dan mahir Komputer sudah menjadi komoditas. terbukti sudah, sekarang sudah banyak yamg bisa dan mahir.
Dalam tulisan ini saya banyak mengeksplor pemikiran dari Bapak Hengki Setiawan karena tulisan saya ini terinspirasi dari beliau di harian Jawa Pos ( senin, 14 Juni 2010 ). Nah, menurut beliau, saat kreativitas menjadi kunci untuk berkompetisi kita dituntut untuk memunculkan kreativitas itu dengan mencoba dengan sesuatu yang baru. karena sesuatu yangh baru dengan variasi tadi membuat perangkat otak kita hidup, sedangkan sesuatu yang sudah biasa kita lakukan membuat otak kita kebal.
Pada intinya kreativitas bukanlah innate atau bawaan. Namun itu adalah sebuah kemampuan yang bisa dilatih. inilah yang disebut idea creativity, sedangkan kalau kita menjumpai kreativitas yang mengerucut pada bidang seni/ industri sejenis memang membutuhkan bakat. tapi kita musti yakin dalam diri kita ada kemampuan idea creativity tadi.
Thus, Jangan merasa puas mari kta buat hidup kita sevariatif mungkin. Terimakasih Pak Hengki, tulisan bapak telah menginspirasi saya sebagai guru pemula yang memerlukan kreativitas dalam mengembangkan strategi dan teknik mengajar.
Note:
Sebuah inspirasi atas tulisan Pak Hengki Setiawan pada Jawa Pos Ruang Putih Senin, 14 Juni 2010.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment